TEMPLATE ERROR: Invalid data reference post.url: No dictionary named: 'post' in: ['blog', 'skin', 'view'] Nugranologi

SLIDE-1-TITLE-HERE

Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com...

SLIDE-2-TITLE-HERE

Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com...

SLIDE-3-TITLE-HERE

Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com...

SLIDE-4-TITLE-HERE

Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com...

SLIDE-5-TITLE-HERE

Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com...

Petunjuk Cepat Instalasi dan Setting Billing Client



Jika kita mempunya konfigurasi jaringan seperti di atas di mana Aplikasi Billing Server diinstall pada PC kasir dan Aplikasi Billing Client diinstall pada PC Client 1 sampai dengan PC Client 3, maka langkah-langkah setup Billing Client yang dilakukan adalah sebagai berikut:
  • Jalankan file setup Billing Xpress Client yang sudah Anda download dari website ini. Kemudian ikuti terus perintahnya sampai proses instalasi selesai
  • Di akhir proses instalasi biarkan opsi Jalankan Program Tester terceklis

  • Setelah muncul aplikasi Client Tester isilah kolom Server address dengan alamat IP di mana aplikasi Billing Xpress Server diinstall (PC Kasir). Pada contoh konfigurasi gambar di atas, Billing Xpress Server diinstall di PC dengan alamat 192.168.1.100. Kemudian klik tombol Connect.

  • Jika sudah berhasil terhubung ke server, maka akan muncul keterangan bahwa koneksi ke server berhasil.

  • Dan pada sisi server indikator akan berwarna kuning seperti pada gambar di bawah ini.

  • Setelah koneksi berhasil, Restart PC Client.

Petunjuk Cepat Instalasi dan Setting Billing Server


[SinglePic not found] 1. Jalankan setup Billing Xpress Server yang sudah Anda download dari website ini. Ikuti terus perintahnya sampai proses instalasi selesai
2. Jalankan Billing Server kemudian Pilih menu Login atau klik tombol login di pojok kiri atas
Isi kolom username dan password sebagai berikut:
Username: admin
Password: admin
3. Pilih menu Program → Settings…Kemudian pilih Workstation dan daftarkan masing-masing IP Addres PC Client yang sudah terhubung ke dalam jaringan


Keterangan:
Default Tarif, yaitu tarif awal (default) yang berlaku jika pelanggan login dengan memilih jenis login Umum pada billing client.
Tarif Member, yaitu tarif yang berlaku jika pelanggan login dengan memilih jenis login Member pada billing client.
3. Tutup dan jalankan kembali aplikasi Billing Xpress Server

Agar Data Transaksi Tidak Hilang Akibat Deepfreeze


Berikut ini adalah langkah-langkah agar data transaksi tidak hilang akibat dari adanya softaware Deepfreeze:
Contoh : Direktori Billing Xpress berada di C:\Program Files\Billing Xpress dan Drive D: merupakan drive yang tidak terkena deepfreeze serta deepreeze dalam keadaan Thawed
1. Tutup aplikasi billing xpress terlebih dahulu.
2. Pindahkan folder Data yang terletak pada direktori Billing Xpress diinstall ke Drive D: sehingga file database sekarang berada pada D:\Data\warnet.fdb
3. Edit file konfigurasi Billing server melalu Start menu—>Billing Xpress—>Konfigurasi
4. Ubah baris berikut
path=C:\Program Files\Billing Xpress\Data\warnet.fdb
Menjadi
path=D:\Data\warnet.fdb
5. Aktifkan kembali Software Deepfreeze dan jalankan Billing Server .

Billing Warnet Gratis & Legal Untuk Windows 7 & Vista



Oks sobat, salam hangat salam berjumpa kembali :-D Pada kesempatan kali saya mau sedikit berbagi informasi seputar billing warnet yang gratis namun legal dan berlisensi. Adapun billing yang dibahas kali hanya billing yang kompatible alias suport buat windows 7 atau vista, namun saya prioritaskan windows 7. Kenapa demikian ?

  1. Untuk windows xp sudah sangat banyak sekali software-software billing gratis dan legal yang beredar bebas dan bisa didownload dengan mudah.
  2. Saya lebih memprioritaskan windows 7 ketimbang windows vista karena jika kompitebl dengan windows 7 biasanya juga kompatibel dengan windows vista, namun kadang tidak untuk sebaliknya. Dan selain itu juga saya sependapat dengan para agan-agan master kompi yang berasumsi bahwa windows vista kurang begitu populer. :)
  3. Banyak sobat-sobat yang mau membuka usaha warnet dengan OS Windows 7 namun kesulitan memilih billing yang suport, sehingga tidak sedikit yang akhirnya memilih software billing hasil crack atau bajakan. Padahal sudah sangat pasti bahwa software billing hasil crack bisa juga dibobol oleh user warnet-nya (hasil ngebobol di bobol lagi :D :D ).
  4. Kelamaan !!!! Langsung aja kita ke TKP :

HANDYCAFESoftware ini free 100% tapi tidak opensource, sobat bebas pakai, untuk mendapatkan KEY REGISTER-nya harus registrasi dulu di website resminya (gratis), kemudian KEY akan di kirim ke email sobat. Handycafe merupakan software billing buatan Turkey, jadi otomatis bahasanya Inggris, tampilannya lumayan elegan, pengalaman saya setelah saya setting di beberapa warnet yang pake W7 alhamdulillah, tidak pernah ada crash atau error. silahkan menuju TKP >>>> DISINI

BLACKPEARLSoftware billing ini gratis 100% dan opensource pula, dan 100% juga MADE IN INDONESIA, tampilannya menurut saya sangat bagus, kualitas dan fitur diatas software-softaware berbayar (keren abis). Hanya memang untuk proses instalasinya dibutuhkan pengetahuan lebih (asal mau belajar pasti bisa), saya yakin, pake billing ini gak bakal nyesel. Silahkan download langsung >>>DISINI , disini juga tersedia forum untuk tanya jawab.

PCMANSoftware ini merupakan software billing yang dikembangkan dari Korea (se induk sama Gemscool), dan merupakan Billing nomor 1 di Korea. namun tenang, bahasanya INDONESIA. Software ini memang gratis 100%, tapi sobat harus registrasi warnetnya dulu, sayang… untuk saat ini respon registernya sangat lambat sekali, padahal dari segi tampilannya keren bangettt (namanya juga no. 1 di Korea). Untuk download dan registernya silahkan ke TKP >>DISINI

ONEROOF CYBERCAFE PROafe pro ini fiturnya super komplit dehhh…. sistemnya bisa terintegrasi langsung untuk beberapa rental, tidak hanya warnet, bisa juga langsung menyertakan rental PS, Wartel, layanan VoIP, bilyar sampe restoran juga bisa. Beuhhh… profesional banget dechh pokoknya. Kalau untuk yang satu ini terus terang, butuh waktu khusus buat memperlajari penggunaannya. Untuk pendapatannyapun ter-recount dengan rapih, sampai berbagai macam grafik dan skala juga ada. Billing ini gratis 100%, dengan konsekuensi (simbiosis mutualisme) Cybercafe pro akan memasang banner ads-on / iklan secara otomatis pada desktop client warnet sobat, kalau sobat gak mau ada adss-on-nya ya sobat mesti bayar :D :D . Biar lebih puas langsung ke TKP-nya sob >>>DISINI, disitu bisa sobat download file exe. buat server, client, user manual, converter, skin editor, dll dechhh ;) .

Oks sobat, sory yaaaa… baru itu dulu info yang dapat saya share, mudah-mudahan dapat bermanfaat. Mohon maaf apabila terdapat kesalahan atau kekurangjelasan. Dan kalau sobat ada yang mau menambahkan info billing yang lainnya, dengan senang hati mohon dishare… ;-)

Sory juga bahasanya belepotan, lagi buru-buru… kebeletttttt !!! :D :D

Take a screen shot


Take a screen shot

Published: September 7, 2006
Ever see something on your screen that you’d like to e-mail or save for later? With Microsoft Windows XP, you can take a screen shot and capture an exact image of what’s on the screen.
Screen shots are useful in many ways. For example, if you receive an error message, you can take a screen shot and send your support person an exact replica of the error window, which makes communicating about the error simple. You can also use a screen shot to show someone a Web page without sending them a link. Microsoft uses screen shots to demonstrate how to do tasks within Windows. If you’re helping someone with a computer task or problem, and you can’t be right there with that person, you can use screen shots to illustrate your points through e-mail, instant messaging, or Microsoft Word.
Note: The only times you can’t take a screen shot are before you log on to your computer and when you are playing a video in Microsoft Windows Media Player.
To take a screen shot and save it as a picture
1.
Click the window you want to capture. Press ALT+PRINT SCREEN by holding down the ALT key and then pressing the PRINT SCREEN key. The PRINT SCREEN key is near the upper right corner of your keyboard. (Depending on the type of keyboard you have, the exact key names on your keyboard may vary slightly.)
Note: You can take a screen shot of your entire desktop rather than just a single window by pressing the PRINT SCREEN key without holding down the ALT key.
2.
Click Start, click Accessories, and then click Paint.
Start, All Programs menu expanded to access Paint on Accessories menu
3.
In the Paint window, click Edit, and then click Paste.
Paint window with Paste selected on the Edit menu
4.
When the image appears in the Paint window, click File, and then click Save As.
Paint window with Save As selected on the File menu
5.
In the Save As dialog box, in the File name box, type a name for the screen shot, and then click Save.
Save As dialog box with a screen shot name typed in the File name box
You can now print or e-mail the saved screen shot just like you would any other picture.

Konsep Dasar Harddisk


Harddisk adalah sebuah subsistem dari komputer yang digunakan untuk menyimpan banyak data. Ada banyak program yang tidak bisa berjalan tanpa menggunakan harddisk karena program tersebut memiliki kapasitas lebih besar dari kapasitas floppy disk. Hard disk sebenarnya terdiri dari atas beberapa platter atau piringan yang mirip dengan piringan hitam yang dilapisi oleh rumah atau casing yang kuat. Banyaknya piringan bergantung pada teknologi yang digunakan oleh disk itu dan jumlah data yang perlu disimpan. Piringan-piringan itu terbuat dari metal, dan mengandung jutaan magnet kecil yang disebut magnetic domain. Domain-domain ini diatur dalam satu dari dua arah untuk mewakili 0 dan 1.

• Head
Seperti jarum sebuah fonograf pada piringan hitam, peralatan baca/tulis yang disebut head berada sedikit di atas permukaan piringan disk. Jika head menyentuh permukaan akan timbu crash dan akan merusak disk secara permanen. Banyaknya head biasanya setara dengan banyaknya piringan pada disk. Namun pada beberapa kasus, ada juga apper head dan lower head, atau dua kali lebih banyak dari jumlah piringan.

• Track dan Cylinder

Dengan menggunakan analogi perekaman, disk memiliki sejumlah track khayal. Hal ini berarti ia memiliki sejumlah lingkaran konsentris tempat data diorganisasikan secara berurutan pada disk. Jika membayangkan sebuah cylinder melawan tiap-tiap piringan pada track tertentu, di sana dapat terlihat bahwa sejumlah track dan cylinder adalah sama. Sebuah cylinder terdiri atas semua track pada nomor track tertentu track-track ini dinomori dari 0 sampai dengan n-1, n adalah total banyaknya track. Harddisk biasanya memiliki sebuah track atau cylinder khusus yang disebut landing zone dan meletakan head sebelum power dimatikan disebut memarkir disk. Kebanyakan disk drive yang baru dan berkapasitas besar melakukan parkir head ini secara otomatis dan juga di dalam program win98, misalnya pada saat melakukan shut down head akan diparkirkan terlebih dahulu sebelum kita diminta mematikan komputer.

• Sector dan cluster
Setiap track atau cylinder dibagi-bagi seperti layaknya sebuah potongan kue. Menjadi sejumlah sector. Tiap-tiap sector biasanya mengandung 512 byte. Didalam sector ini terdapat bagian yang terkecil yang disebut sebagai cluster. DOS menciptakan file-file dalam unit-unit sector yang dinamakan cluster. Sekali lagi banyaknya sector per. Cluster bervariasi bergantung pada versi BIOS, versi DOS, dan jenis media disk yang digunakan

• Cara Merekam
Ketika piringan dibaca, pergantian tersebut menginduksi pulsa listrik ke head baca. Drive logic board memperkuat pulsa kemudian mengirimkannya ke pengontrol untuk diproses. Metode merekam sesunggunya adalah memakai pulsa untuk 1 Bit, dan tidak memakai pulsa untuk nol. Bagaimanapun, jika data berisi banayk nol, tidak satu pun pulsa diterima, dan akan sulit mengetahui. Jumlah nol yang dibaca sebenarnya. Disket memakai suatu cara yang disebut frequency modulation (FM). Angka 1 direkam sebagai dua pulsa, dan 0 sebagai satu pulsa yang diikuti oleh pause (jeda). Dalam teknik ini tidak ada yang lebih dari 1 pause diantara 2 pause. Harddisk dapat mengenal perbedaan antara 2 pulsa yang berurutan, dan 2 pulsa yang diikuti pause . pemberian kode data ini dinamakan 0,1 RLL(Run Lenght Linited), 0,1 berarti bahwa panjang operasi suatu pause selalu 0 dan 1.
Dengan standar harddisk, controller mengkonversi serangkain pulsa dan pause ke Bit dan Byte, semua yang dilakukan drive logic board adalah memindahkan head, memilih head untuk membaca atau menulis mengubah pola pulsa yang dibaca ke dalam sinyal listrik untuk diproses controller. Ketika menulis, controller meminta drive untuk merekam pola perubahan flux ke piringan.

• Boot Area
Sebuah daerah khusus pada harddisk yang disebut sebagai boot area menempati sektor kedua dari track pertama pada disk pertama (head 0). Boot area mengandung kode khusus yang mengizinkan komputer untuk memulai dirinya sendiri. Kode ini biasa disebut sebagai bootstrap code. Boot area juga mengandung data karakteristik dari disk itu sendiri, seperti banyaknya sector, total sector pada disk sector, per track, banyaknya cylinder dan banyaknya head. Daerah ini diciptakan pada setiap disk (harddisk atau floppy) oleh karena perintah format DOS.

Karena itu janganlah menggoyang pc anda ketika dalam keadaan hidup karena dapat merusak head hardisk anda,namun ditahun 2011 nanti mungkin akan bermunculan pengganti hardisk seperti SSD dengan harga terjangkau dan performa yang gila.semoga berguna.

Langkah Demi Langkah Merakit Komputer [Lengkap]

Berikut ini akan dibahas mengenai bagaimana cara merakit komputer, terutama bagi mereka yang baru belajar. dari beberapa referensi yang saya pelajari. maka berikut ini akan dijelaskan langkah demi langkah cara merakit komputer, mudah-mudahan bermanfaat.

Komponen perakit komputer tersedia di pasaran dengan beragam pilihan kualitas dan harga. Dengan merakit sendiri komputer, kita dapat menentukan jenis komponen, kemampuan serta fasilitas dari komputer sesuai kebutuhan. Tahapan dalam perakitan komputer terdiri dari:

A. Persiapan
B. Perakitan
C. Pengujian
D. Penanganan Masalah

Persiapan

Persiapan yang baik akan memudahkan dalam perakitan komputer serta menghindari permasalahan yang mungkin timbul.Hal yang terkait dalam persiapan meliputi:

1. Penentuan Konfigurasi Komputer
2. Persiapan Kompunen dan perlengkapan
3. Pengamanan
1. Penentuan Konfigurasi Komputer:
Konfigurasi komputer berkait dengan penentuan jenis komponen dan fitur dari komputer serta bagaimana seluruh komponen dapat bekerja sebagai sebuah sistem komputer sesuai keinginan kita.Penentuan komponen dimulai dari jenis prosessor, motherboard, lalu komponen lainnya. Faktor kesesuaian atau kompatibilitas dari komponen terhadap motherboard harus diperhatikan, karena setiap jenis motherboard mendukung jenis prosessor, modul memori, port dan I/O bus yang berbeda-beda.
2. Persiapan komponen dan perlengkapan:
Komponen komputer beserta perlengkapan untuk perakitan dipersiapkan untuk perakitan dipersiapkan lebih dulu untuk memudahkan perakitan. Perlengkapan yang disiapkan terdiri dari:
* Komponen komputer
* Kelengkapan komponen seperti kabel, sekerup, jumper, baut dan sebagainya
* Buku manual dan referensi dari komponen
* Alat bantu berupa obeng pipih dan philips
Software sistem operasi, device driver dan program aplikasi.

Buku manual diperlukan sebagai rujukan untuk mengatahui diagram posisi dari elemen koneksi (konektor, port dan slot) dan elemen konfigurasi (jumper dan switch) beserta cara setting jumper dan switch yang sesuai untuk komputer yang dirakit.Diskette atau CD Software diperlukan untuk menginstall Sistem Operasi, device driver dari piranti, dan program aplikasi pada komputer yang selesai dirakit.
3. Pengamanan:
Tindakan pengamanan diperlukan untuk menghindari masalah seperti kerusakan komponen oleh muatan listrik statis, jatuh, panas berlebihan atau tumpahan cairan.Pencegahan kerusakan karena listrik statis dengan cara:
* Menggunakan gelang anti statis atau menyentuh permukaan logam pada casing sebelum memegang komponen untuk membuang muatan statis.
* Tidak menyentuh langsung komponen elektronik, konektor atau jalur rangkaian tetapi memegang pada badan logam atau plastik yang terdapat pada komponen.

B. Perakitan:
Tahapan proses pada perakitan komputer terdiri dari:
1. Penyiapan motherboard
2. Memasang Prosessor
3. Memasang heatsink
4. Memasang Modul Memori
5. Memasang Motherboard pada Casing
6. Memasang Power Supply
7. Memasang Kabel Motherboard dan Casing
8. Memasang Drive
9. Memasang card Adapter
10. Penyelesaian Akhir
1. Penyiapan motherboard:
Periksa buku manual motherboard untuk mengetahui posisi jumper untuk pengaturan CPU speed, speed multiplier dan tegangan masukan ke motherboard. Atur seting jumper sesuai petunjuk, kesalahan mengatur jumper tegangan dapat merusak prosessor.

2. Memasang Processor:
Prosessor lebih mudah dipasang sebelum motherboard menempati casing. Cara memasang prosessor jenis socket dan slot berbeda tergantung jenis socket:
1. Tentukan posisi pin 1 pada prosessor dan socket prosessor di motherboard, umumnya terletak di pojok yang ditandai dengan titik, segitiga atau lekukan.
2. Tegakkan posisi tuas pengunci socket untuk membuka.
3. Masukkan prosessor ke socket dengan lebih dulu menyelaraskan posisi kaki-kaki prosessor dengan lubang socket. rapatkan hingga tidak terdapat celah antara prosessor dengan socket.
4. Turunkan kembali tuas pengunci.

Jenis Slot:
1. Pasang penyangga (bracket) pada dua ujung slot di motherboard sehingga posisi lubang pasak bertemu dengan lubang di motherboard
2. Masukkan pasak kemudian pengunci pasak pada lubang pasak
Selipkan card prosessor di antara kedua penahan dan tekan hingga tepat masuk ke lubang slot.
3. Memasang heatsink:

Fungsi heatsink adalah membuang panas yang dihasilkan oleh prosessor lewat konduksi panas dari prosessor ke heatsink.Untuk mengoptimalkan pemindahan panas maka heatsink harus dipasang rapat pada bagian atas prosessor dengan beberapa clip sebagai penahan sedangkan permukaan kontak pada heatsink dilapisi gen penghantar panas.Bila heatsink dilengkapi dengan fan maka konektor power pada fan dihubungkan ke konektor fan pada motherboard.

4. Memasang modul memory:
Modul memori umumnya dipasang berurutan dari nomor socket terkecil. Urutan pemasangan dapat dilihat dari diagram motherboard. Setiap jenis modul memori yakni SIMM, DIMM dan RIMM dapat dibedakan dengan posisi lekukan pada sisi dan bawah pada modul. Cara memasang untuk tiap jenis modul memori sebagai berikut.
Jenis SIMM:
1. Sesuaikan posisi lekukan pada modul dengan tonjolan pada slot.
2. Masukkan modul dengan membuat sudut miring 45 derajat terhadap slot
3. Dorong hingga modul tegak pada slot, tuas pengunci pada slot akan otomatis mengunci modul.

5. Memasang Motherboard pada casing:
Motherboard dipasang ke casing dengan sekerup dan dudukan (standoff). Cara pemasangannya sebagai berikut:
1. Tentukan posisi lubang untuk setiap dudukan plastik dan logam. Lubang untuk dudukan logam (metal spacer) ditandai dengan cincin pada tepi lubang.
2. Pasang dudukan logam atau plastik pada tray casing sesuai dengan posisi setiap lubang dudukan yang sesuai pada motherboard.
3. Tempatkan motherboard pada tray casing sehinga kepala dudukan keluar dari lubang pada motherboard. Pasang sekerup pengunci pada setiap dudukan logam.
4. Pasang bingkai port I/O (I/O sheild) pada motherboard jika ada.
5. Pasang tray casing yang sudah terpasang motherboard pada casing dan kunci dengan sekerup.

6. Memasang Power Supply:
Beberapa jenis casing sudah dilengkapi power supply. Bila power supply belum disertakan maka cara pemasangannya sebagai berikut:
1. Masukkan power supply pada rak di bagian belakang casing. Pasang ke empat buah sekerup pengunci.
2. Hubungkan konektor power dari power supply ke motherboard. Konektor power jenis ATX hanya memiliki satu cara pemasangan sehingga tidak akan terbalik. Untuk jenis non ATX dengan dua konektor yang terpisah maka kabel-kabel ground warna hitam harus ditempatkan bersisian dan dipasang pada bagian tengah dari konektor power motherboard. Hubungkan kabel daya untuk fan, jika memakai fan untuk pendingin CPU.

7. Memasang kabel motherboard dan casing:
Setelah motherboard terpasang di casing langkah selanjutnya adalah memasang kabel I/O pada motherboard dan panel dengan casing.
1. Pasang kabel data untuk floppy drive pada konektor pengontrol floppy di motherboard
2. Pasang kabel IDE untuk pada konektor IDE primary dan secondary pada motherboard.
3. Untuk motherboard non ATX. Pasang kabel port serial dan pararel pada konektor di motherboard. Perhatikan posisi pin 1 untuk memasang.
4. Pada bagian belakang casing terdapat lubang untuk memasang port tambahan jenis non slot. Buka sekerup pengunci pelat tertutup lubang port lalu masukkan port konektor yang ingin dipasang dan pasang sekerup kembali.
5. Bila port mouse belum tersedia di belakang casing maka card konektor mouse harus dipasang lalu dihubungkan dengan konektor mouse pada motherboard.
6. Hubungan kabel konektor dari switch di panel depan casing, LED, speaker internal dan port yang terpasang di depan casing bila ada ke motherboard. Periksa diagram motherboard untuk mencari lokasi konektor yang tepat.

B. Perakitan (Lanjutan):
8. Memasang Drive:
Prosedur memasang drive hardisk, floppy, CD ROM, CD-RW atau DVD adalah sama sebagai berikut:
1. Copot pelet penutup bay drive (ruang untuk drive pada casing)
2. Masukkan drive dari depan bay dengan terlebih dahulu mengatur seting jumper (sebagai master atau slave) pada drive.
3. Sesuaikan posisi lubang sekerup di drive dan casing lalu pasang sekerup penahan drive.
4. Hubungkan konektor kabel IDE ke drive dan konektor di motherboard (konektor primary dipakai lebih dulu)
5. Ulangi langkah 1 samapai 4 untuk setiap pemasangan drive.
6. Bila kabel IDE terhubung ke du drive pastikan perbedaan seting jumper keduanya yakni drive pertama diset sebagai master dan lainnya sebagai slave.
7. Konektor IDE secondary pada motherboard dapat dipakai untuk menghubungkan dua drive tambahan.
8. Floppy drive dihubungkan ke konektor khusus floppy di motherboard
Sambungkan kabel power dari catu daya ke masing-masing drive.

9. Memasang Card Adapter:
Card adapter yang umum dipasang adalah video card, sound, network, modem dan SCSI adapter. Video card umumnya harus dipasang dan diinstall sebelum card adapter lainnya. Cara memasang adapter:
1. Pegang card adapter pada tepi, hindari menyentuh komponen atau rangkaian elektronik. Tekan card hingga konektor tepat masuk pada slot ekspansi di motherboard
2. Pasang sekerup penahan card ke casing
3. Hubungkan kembali kabel internal pada card bila ada

10. Penyelesaian Akhir:
1. Pasang penutup casing dengan menggeser
2. Sambungkan kabel dari catu daya ke soket dinding.
3. Pasang konektor monitor ke port video card.
4. Pasang konektor kabel telepon ke port modem bila ada.
5. Hubungkan konektor kabel keyboard dan konektor mouse ke port mouse atau poert serial (tergantung jenis mouse).
6. Hubungkan piranti eksternal lainnya seperti speaker, joystick, dan microphone bila ada ke port yang sesuai. Periksa manual dari card adapter untuk memastikan lokasi port.

C. Pengujian:
Komputer yang baru selesai dirakit dapat diuji dengan menjalankan program setup BIOS. Cara melakukan pengujian dengan program BIOS sebagai berikut:
1. Hidupkan monitor lalu unit sistem. Perhatikan tampilan monitor dan suara dari speaker.
2. Program FOST dari BIOS secara otomatis akan mendeteksi hardware yang terpasang dikomputer. Bila terdapat kesalahan maka tampilan monitor kosong dan speaker mengeluarkan bunyi beep secara teratur sebagai kode indikasi kesalahan. Periksa referensi kode BIOS untuk mengetahui indikasi kesalahan yang dimaksud oleh kode beep.
3. Jika tidak terjadi kesalahan maka monitor menampilkan proses eksekusi dari program POST. ekan tombol interupsi BIOS sesuai petunjuk di layar untuk masuk ke program setup BIOS.
4. Periksa semua hasil deteksi hardware oleh program setup BIOS. Beberapa seting mungkin harus dirubah nilainya terutama kapasitas hardisk dan boot sequence.
5. Simpan perubahan seting dan keluar dari setup BIOS.
Setelah keluar dari setup BIOS, komputer akan meload Sistem OPerasi dengan urutan pencarian sesuai seting boot sequence pada BIOS. Masukkan diskette atau CD Bootable yang berisi sistem operasi pada drive pencarian.
D. Penanganan Masalah:
Permasalahan yang umum terjadi dalam perakitan komputer dan penanganannya antara lain:
1. Komputer atau monitor tidak menyala, kemungkinan disebabkan oleh switch atau kabel daya belum terhubung.
2. Card adapter yang tidak terdeteksi disebabkan oleh pemasangan card belum pas ke slot
LED dari hardisk, floppy atau CD menyala terus disebabkan kesalahan pemasangan kabel konektor atau ada pin yang belum pas terhubung.

Cara Untuk Menghubungkan Visual Basic Dengan Database MS SQL Server

Ada beberapa metode untuk menghubungkan Visual Basic dengan Database MS SQL Server saya akan memberikan penjelasan 2 metode diantaranya yaitu koneksi dengan menggunakan komponen DataEnvironment dan koneksi dengan menggunakan kode Program. untuk tutorial ini saya menggunakan Visual Basic 6 dan MS SQL Server 2000.
1. Koneksi menggunakan DataEnvironment

1. Buat Project Standard EXE
2. Klik menu Project | Add Data Environment, maka akan ditampilkan jendela Data Environment seperti ini :

3. Untuk membangun koneksi dengan Database SQL Server, Klik kanan objek Connection1 kemudian pilih Properties maka akan muncul jendela Data Link Properties.
4. Pada jendela Data Link Properties pilih driver untuk koneksi ke MS SQL Server, yaitu Microsoft OLE DB Provider for SQL Server. kemudian klik Next
5. Isi dengan nama server MS SQL Server kamu pada textbox "Select or enter a server name" (nama server adalah nama komputer kamu)
6. Pilih radio button "use a specific username and password" pada bagian 2.Enter information to log on to the server.
7. pada textbox username dan password isi dengan username dan password yang terdaftar di Database SQL Server kamu misalnya "sa" (user sa defaultnya tidak memiliki password). pada contoh ini saya menggunakan username 'yanadoe' dengan password 'bebas'.
8. sebagai tambahan, user sa adalah user yang mempunyai kewenangan penuh terhadap system di MS SQL Server atau disebut system administrator. user ini dibuat secara otomatis oleh MS SQL Server ketika proses instalasi.
9. setelah kamu lakukan langkah diatas, centang Checkbox "Allow saving password" agar kamu tidak perlu menginputkan lagi username dan password setiap kali aplikasi akan dijalankan.
10. Pilih database Northwind pada textbox "Select the database on the server". klik tombol Test Connection untuk mengetahui apakah koneksi sudah berhasil atau tidak jika sukses klik tombol OK untuk menutup window dialog Data Link Properties

Data Link Properties

Setelah tahap diatas, koneksi dari Visual Basic ke Database MS SQL Server sudah terbentuk selanjutnya untuk mengambil data dari sebuah table di Database pertama kamu harus menambahkan sebuah Command pada DataEnvironment, Caranya sebagai berikut :

Mengambil Data dari Database

1. Klik kanan pada jendela DataEnvironment, pilih Add Command. maka akan dibuat sebuah object dengan nama Command1

Klik kanan Command1, pilih Properties. setelah muncul jendela Command1 Properties, pilih Table pada bagian Database Object, dan pilih sebuah table pada bagian Object Name misalnya table Customers. kemudian klik OK

Menampilkan Data dengan DataGrid

1. Pertama kamu harus menambahkan komponen DataGrid pada ToolBox caranya : klik menu Project | Components, pada jendela Components pilih Microsoft DataGrid Control 6.0
2. Setelah objek DataGrid ditambahkan pada Toolbox, klik komponen DataGrid tersebut kemudian Click and Drag pada Form1.
3. Set Properties DataSource menjadi DataEnvironment1, dan Properties DataMember menjadi Command1
4. Klik kanan pada DataGrid, pilih Retrieve Fields klik OK pada Message Dialog yang muncul
5. Data pada table tidak akan langsung ditampilkan pada saat Design, untuk melihat datanya kamu harus Run Program dengan menekan F5.

Pada metode yang kedua ini kita tidak akan menggunakan Komponen Visual untuk mengakses Database SQL Server dari Visual Basic. kita akan menggunakan kode program untuk melakukannya. inilah langkah-langkahnya :

1. Masuk ke Code Editor
2. Deklarasikan variabel untuk koneksi ke Database SQL Server

Public SQLServerConn As ADODB.Connection
3. Karena koneksi ke Database harus sudah tersedia ketika aplikasi akan dijalankan, maka kita harus menambahkan kode Program pada event OnLoad Form1. Caranya dobel klik Form1, kemudian tambahkan kode Program dibawah ini :
* Set variable SQLServerConn sebagai sebuah ADO Database Connection.

Set SQLServerConn = New ADODB.Connection
* Set Parameter String Koneksi variable SQLServerConn agar terhubung dengan Database SQL Server


SQLServerConn.ConnectionString = "Provider=SQLOLEDB.1;" & _

"Password=bebas;Persist Security Info=false;" & _

"User ID=yanadoe;Initial Catalog=Northwind;Data Source=siberat"
* Buka koneksi

SQLServerConn.Open

Coba kamu Stop Service Database SQL Server menggunakan SQL Server Service Manager, dan Run Porgram, maka akan tampil Error message seperti ini :

On Error Resume Next



'memeriksa status Database

'pesan error yang akan muncul jika Database SQL Server

'dalam keadaan mati (service dalam status stop)

If Err.Number = -2147467259 Then

MsgBox "Tidak dapat menghubungi Database SQL Server." & vbCrLf & _

"Pastikan Service Database SQL Server sudah berjalan", vbCritical , "Koneksi Gagal"

End 'Tutup Aplikasi

End If

Tips : Kamu bisa gunakan komponen ADODC untuk mendapatkan parameter ConnectionString seperti diatas, caranya sebagai berikut:

* tempatkan sebuah komponen ADODC pada form
* Klik kanan, pilih ADODC Properties, Klik Build, akan muncul jendela Property Pages.
* Lakukan langkah 4 s/d langkah 10 pada Koneksi menggunakan DataEnvironment diatas. setelah itu Copy string koneksi yang ada bagian "Use Connection String" jendela Property Pages. metode ini bisa juga digunakan untuk mendapatkan parameter ConnectionString untuk jenis Database yang lain

Itulah Tutorial singkat Pemrograman Visual Basic untuk menghubungkan Visual Basic dengan Database SQL Server. Semoga bermanfaat.
links:
http://easycomputertutorial.blogspot.com/2008/05/beberapa-metode-untuk-menghubungkan.html

1.
Dim cnCon As ADODB.Connection
2.
Dim rs As ADODB.Recordset
3.
Dim strSQL As String
4.

5.
Set cnCon = New ADODB.Connection
6.
Set rsProbe = New ADODB.Recordset
7.

8.
strSQL = "SELECT blah blah blah"
9.

10.
With cnCon
11.
.Provider = "SQLOLEDB"
12.
.Properties("Data Source") = "your sql server"
13.
.Properties("User ID") = "your user id"
14.
.Properties("Password") = "your password"
15.
.Open
16.
.DefaultDatabase = "your default database"
17.
End With
18.

19.
With rs
20.
.ActiveConnection = cnCon
21.
.CursorType = adOpenStatic
22.
.CursorLocation = adUseServer
23.
.LockType = adLockOptimistic
24.
.Source = strSQL
25.
.Open
26.
End With

Cara membuat koneksi Database dalam Visual Basic 6.0.


Membuat koneksi database baik itu menggunakan Visual Basic 6.0 maupun Visual Basic .NET pada dasarnya sama. Di bawah ini akan saya coba jelaskan cara sederhana untuk membuat koneksi dengan SQL Server Database menggunakan Visual Basic 6.0. Artikel ini hanya ditujukan buat teman-teman yang ingin mengetahui cara mengkoneksikan program Visual Basic ke dalam database SQL.
Langkah pertama, buka program Visual Basic 6.0 dan buat project baru dengan memilih Standar EXE pada menu tampilan awan Visual Basic 6.0.

Langkah kedua, pilih menu project dan pilih menu References. Dalam kotak dialog References, cari “Microsoft ActiveX Data Objects 2.8 Library” atau “Microsoft ActiveX Data Objects 2.6 Library” atau “Microsoft ActiveX Data Objects 2.7 Library”. Pilih salah satu, semuanya sama saja terserah Anda. Centang library tersebut dan klik OK.

Langkah ketiga, buat modul baru dalam project kita dengan mengklik menu Project > Add Module. Pada kotak dialog yang muncul, klik Open. Dalam modul yang baru kita buat ketikkan:

Public dB As New ADODB.Connection

Langkah keempat, buka Form1 yang terdapat dalamProject Explorer (biasanya di sebelah kanan) dengan cara Double Click pada Form1. Form1 akan terbuka. Double Click Form1 dimana saja, maka anda akan masuk ke dalam tampilan Code View . Kode yang muncul akan terlihat seperti di bawah ini:

Private Sub Form_Load()

End Sub

Langkah kelima, ketikkan perintah di bawah ini di antara Sub Form_Load() dan End Sub:

On error goto Ern

dB.Provider = “SQLOLEDB.1;server=(local);User ID=sa;password=asianet;Initial Catalog=Penjualan”

dB.Open

MsgBox “Koneksi sukses.”

Exit sub

Ern:

MsgBox “Koneksi Gagal”

Keterangan :

(local), mengindikasikan lokasi server Anda. Jika aplikasi kita hanya akan mengakses ke SQL Server dalam komputer local, gunakan (local). Sebaliknya jika aplikasi kita digunakan agar terhubung ke jaringan, sebaiknya gunakan sesuai nama server (komputer) dalam jaringan. (sorry kalo kata-katanya agak kurang dipahami… J).

User ID=sa;password=asianet. Bila saat installasi SQL Server pertama kali kita menggunakan User ID ‘sa’ dan password=asianet. Maka User ID dan passwordnya harus dimasukkan di sini. Lain waktu akan saya terangkan cara Installasi SQL Server 2000, kalo SQL Server yang 2005 agak gampang (tapi, semuanya tergantung dimana kita memakai Instance default atau tidak atau menggunakan SQL Server authentication atau tidak).

Initial Catalog=Penjualan. Maksudnya, nama database kita apa? Disini databasenya saya namakan ‘Penjualan’.

Tutorial Aplikasi Database MySQL VB 6 (Bag. 1) : Membuat Module


Membuat Modul di Visual Basic

Buka projek yang sudah dibuat atau buat projek baru yang diinginkan, pada project explorer klik kanan pilih add, module.
Ditampilkan menu dialog modul yaitu New dan Existing, pilih New untuk membuat baru dan Existing untuk modul yang sudah pernah dibuat, Selanjutnya ditampilkan halaman untuk memulai membuat code pada modul.

Rubah nama modul pada properties modul, misal MdlPenjualan dan mulailah memasukkan code program yang akan ditempatkan pada modul. Perlu diingat bahwa variabel, fungsi atau prosedur yang diletakkan di modul adalah yang bersifat publik atau yang nantinya digunakan saat memrogram diseluruh projek yang dibuat.

Koneksi Visual Basic dengan Database

Untuk dapat menghubungkan Visual BASIC dengan database MySQL, kita akan menggunakan komponen ADO Data Control (ADODC). Komponen ini dapat dihubungkan dengan beberapa komponen yang digunakan untuk mengakses data seperti textbox, datagrid, dsb.

Sebelum dapat menggunakan ADODC maka perlu diaktifkan terlebih dahulu ActiveX Data Objects dan ActiveX Data Object Recordset

Sebagai contoh untuk membuat koneksi VB dengan database MySQL seperti pada contoh di modul, sebelumnya harus sudah terinstall MyODBC-3.51.11-2-win, paketnya dapat di download http://dev.mysql.com/downloads/.

Cekidot ganz
Public Sub nyambung()
' Koneksi dengan MYSQL
dbcon.CursorLocation = adUseClient
connstr = "DRIVER={MySQL ODBC 3.51 Driver};SERVER=localhost;" & _
"DATABASE=penjualan;USER=root;PASSWORD=;OPTION=3;"
dbcon.ConnectionString = connstr
dbcon.Open
End Sub

Keterangan :

DRIVER ={MySQL ODBC 3.51 Driver}

Driver ODBC yang digunakan untuk koneksi ke MySQL.

SERVER=localhost

Nama server yang digunakan, jika MySQL yang diinstall di PC biasa standart namanya adalah localhot.

DATABASE=penjualan

Nama database, missal penjualan

USER=root

Nama User yang mempunyai akses ke MySQL, misal root

PASSWORD=

Password yang digunakan untuk akses user MySQL, contoh di atas password user kosong.
Menutup Koneksi Database:

Tutup Koneksi Database
Public Sub tutup_koneksi()
dbcon.Close
End Sub
Memanggil Koneksi Database:

Sambung Koneksi Database
Untuk memanggil prosedur koneksi database cukup dengan mengetikkan nama prosedurnya sebagai berikut :

nyambung() atau
call nyambung()